Sajak Bebas : Tabir Renjana dan Kepastian

Close up mata indah wanita tersenyum sebagai metafora inspirasi sajak cinta

Hi Perempuan Senyum manis bermata indah
Hari kian silih berganti
Tak sampai sebulan lagi aku harus berpindah

Entah perasaan apa ini
Antara senang yg ditahan renjana olehmu
Dan sedih yang terdorong oleh keharusan untuk pergi

Terlalu naif jika aku terus menyembunyikan perasaan ini
Tapi terlalu takut pun jika aku medapatkan jawaban

Kita memang belum saling terhubung
Tapi imajinasi liarku seakan tau pasti bagaimana perangaimu
Garis waktu kita pun agak berbeda
Tapi langkah ini seakan dengan sengaja dipertemukan untuk terus saling berjalan beriiringan

Bolehkah aku mengetuk pintu sekali lagi
Agar tabir perasaan ini dapat menemukan ujungnya
Bolehkah kita saling mengenal kembali
Agar jalinan rasa ini tak menjadi enigma yang tak bertafsir

Jika iya,

Maka izinkahlah ku secara perlahan mencintaimu sembari aku menyembuhkan lukaku

Jika tidak,

Maka cukup sapalah aku jika kita dipertemukan kembali dengan perasaan yang setelanjang-telanjangnya



Denpasar, 10 November 2025

Posting Komentar

Silahkan berkomentar pada kolom komentar untuk bisa saling berdiskusi

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak